Suararakyatnusantara.com, Jakarta – Dunia teknologi kembali dihebohkan oleh langkah tak terduga dari miliarder sekaligus bos SpaceX dan pemilik platform media sosial X, Elon Musk. Perusahaan kecerdasan buatan (AI) miliknya, xAI, secara resmi membuka lowongan pekerjaan yang secara spesifik menyasar para “gamer sejati” dengan tawaran gaji yang sangat menggiurkan, mencapai rentang $45 hingga $100 per jam.
Jika dikonversi (kurs Rp 16.600 per dolar AS), nominal ini setara dengan Rp 747.200 hingga Rp 1,6 juta per jam. Dalam hitungan tahun, posisi ini menjanjikan total pendapatan hingga Rp 3,4 miliar (sekitar $208.000).
Lowongan pekerjaan yang dibuka adalah posisi Pelatih atau Tutor Video Game penuh waktu (full time) yang bertugas krusial dalam mengembangkan kemampuan chatbot AI andalan xAI, Grok. Langkah rekrutmen ini mengonfirmasi ambisi Elon Musk yang sebelumnya diungkapkan pada November 2024, di mana ia menyatakan rencana untuk membangun studio game berbasis AI melalui xAI.
“Terlalu banyak game yang dimiliki korporasi besar. xAI akan mulai mengembangkan game studio AI untuk membuat game kembali mengagumkan,” tulis Musk di akun X-nya pada November 2024.
Kabar mengenai pembukaan posisi unik ini juga telah dikonfirmasi langsung oleh Elon Musk. Melalui akun X pribadinya, @elonmusk, Musk membenarkan informasi lowongan tersebut dengan tanggapan singkat: “Betul.”
Upaya ini menunjukkan keseriusan xAI dalam merambah industri video game yang diperkirakan akan menjadi salah satu sektor paling inovatif dengan sentuhan teknologi AI di masa depan. Posisi ini sudah terdaftar secara resmi di situs xAI, memberikan peluang bagi para gamer berdedikasi untuk bekerja dalam proyek AI global.
Tugas dan Kualifikasi Pelatih Video Game xAI
Pelatih Video Game yang direkrut oleh xAI akan memegang peran vital. Mereka tidak sekadar bermain game, tetapi bertanggung jawab langsung untuk melatih chatbot Grok agar mampu menghasilkan video game yang “inovatif dan menyenangkan bagi pengguna”.
Rincian Tugas Utama Pelatih Video Game:
- Memberikan feedback, masukan, dan label terperinci terhadap proyek game yang sedang dikembangkan oleh xAI.
- Bekerja sama secara intensif dengan tim teknis untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan AI dalam proses menciptakan video game baru.
- Menguji dan mengevaluasi video game berbasis AI secara ketat, serta menganalisis konten game.
Menariknya, xAI menegaskan bahwa posisi ini tidak mempersyaratkan pendidikan formal tertentu. Perusahaan lebih mengutamakan pengalaman dan dedikasi mendalam terhadap dunia game.
Persyaratan Kualifikasi Utama:
- Mendedikasikan banyak waktu untuk bermain game dan memiliki wawasan industri yang kuat.
- Memiliki kemampuan tinggi dalam Desain Game, Ilmu Komputer, Media Interaktif, atau bidang serupa.
- Memiliki penilaian yang tajam terhadap kualitas video game, mulai dari mekanisme (gameplay) hingga penceritaan (storytelling).
- Pengalaman dalam pengembangan game dengan asisten AI, pengujian game (playtesting), atau pernah berperan di studio game indie akan menjadi nilai tambah signifikan.
Fleksibilitas Kerja dan Isu Kebijakan Remote Elon Musk
xAI menawarkan fleksibilitas lokasi kerja. Kandidat yang berhasil direkrut dapat memilih untuk bekerja dari kantor pusat di Palo Alto, California, Amerika Serikat, atau bekerja secara penuh jarak jauh (fully-remote) dari mana saja.
Namun, bagi pelamar yang memilih opsi kerja remote, xAI secara khusus menekankan perlunya motivasi diri yang sangat kuat dan kemampuan manajemen waktu yang mandiri. Persyaratan ini memunculkan sorotan, mengingat kebijakan keras Elon Musk di perusahaan mobil listrik Tesla.
Musk sebelumnya pernah meminta seluruh pegawainya kembali bekerja di kantor setelah masa pandemi dengan menyebut kerja dari rumah “salah secara moral,” bahkan sempat mengultimatum karyawan Tesla untuk bekerja di kantor selama minimal 40 jam per minggu atau mengundurkan diri.
Meskipun demikian, tawaran gaji besar dan fleksibilitas remote dalam proyek AI yang inovatif ini diperkirakan akan menarik minat ribuan gamer dan talenta teknologi dari seluruh dunia untuk menjadi bagian dari masa depan industri game berbasis kecerdasan buatan.(*)
