Suararakyatnusantara.com, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali membuka peluang emas bagi ribuan pencari kerja di Indonesia. Dalam sebuah pengumuman, Pemprov DKI Jakarta akan membuka rekrutmen 1.000 petugas pemadam kebakaran (damkar) dalam waktu dekat. Kabar ini menjadi angin segar bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dari berbagai daerah yang tengah mencari lapangan pekerjaan di Ibu Kota.
Rekrutmen akbar ini secara resmi membuka kesempatan bagi seluruh WNI, tanpa memandang domisili. Artinya, pelamar yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Jakarta juga memiliki hak yang sama untuk mendaftar.
Kebijakan ini menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta sebagai kota terbuka yang selalu menyambut WNI dari berbagai penjuru negeri yang ingin mengadu nasib. Namun, di sisi lain, kebijakan ini juga menimbulkan tantangan tersendiri bagi Jakarta, terutama dalam menghadapi lonjakan pelamar.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa proses seleksi akan dilakukan secara transparan dan adil, meskipun ia mengakui bahwa mayoritas pelamar kerja di Jakarta berasal dari luar daerah. Kebijakan rekrutmen yang terbuka bagi seluruh WNI ini sejalan dengan kebijakan Pemprov DKI sebelumnya, seperti saat pembukaan lowongan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang juga menarik minat pelamar dari luar Jakarta. Ini menjadi bukti bahwa Jakarta terus berupaya menyediakan kesempatan kerja yang merata.
Rekrutmen Terbuka, Namun Prioritas Warga Lokal
Dalam konferensi pers di Gedung DPRD DKI Jakarta pada Senin, 4 Agustus 2025, Pramono Anung menjelaskan alasan di balik keputusan ini. “Jakarta adalah kota terbuka yang menjadi tumpuan harapan banyak orang untuk mencari nafkah. Maka dari itu, proses seleksi ini kami buka secara umum dan transparan, meskipun pada akhirnya ini juga memberikan tantangan tersendiri bagi kota Jakarta,” ujar Pramono.
Pramono juga mengungkapkan bahwa tingginya jumlah pelamar dari luar Jakarta mencerminkan adanya ketidakseimbangan ketersediaan lapangan kerja di berbagai daerah lain di Indonesia. “Saat ini setiap kali ada pembukaan lowongan kerja, jumlah pelamarnya sangat banyak.
Dan dari data yang kami lihat, mayoritas di antaranya adalah bukan warga Jakarta, karena dapat dilihat dari KTP mereka,” ungkapnya. Meski demikian, Pramono menegaskan bahwa warga DKI Jakarta akan tetap mendapatkan prioritas dalam proses seleksi sebagai bentuk keberpihakan terhadap warga lokal.
Proses seleksi calon petugas damkar akan sepenuhnya dikelola oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa rekrutmen berjalan profesional dan sesuai dengan kebutuhan.
Kebutuhan Mendesak dan Mekanisme Pendaftaran
Kebutuhan penambahan personel damkar di Ibu Kota tergolong mendesak. Saat ini, dari total 267 kelurahan di Jakarta, baru sekitar 170 pos pemadam kebakaran yang beroperasi. Sementara itu, jumlah petugas damkar yang ada hanya sekitar 4.000 orang. Padahal, berdasarkan estimasi ideal, Jakarta membutuhkan 10.000 hingga 11.000 petugas damkar agar dapat memberikan respons yang cepat dan merata di seluruh wilayah.
Untuk mekanisme pendaftaran, Pramono Anung menjelaskan bahwa berbeda dengan seleksi PPSU yang dilakukan terpusat, pendaftaran untuk posisi petugas damkar ini akan dibuka secara langsung di kantor-kantor damkar di seluruh wilayah Jakarta. Kebijakan ini diharapkan dapat mempermudah calon pelamar, terutama dari luar daerah, dalam mengurus berkas pendaftaran.
Pembukaan 1.000 lowongan ini diharapkan tidak hanya dapat menutupi kekurangan personel, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat dari berbagai daerah yang memiliki semangat tinggi dan kesiapan untuk mengabdi di bidang penyelamatan dan penanggulangan bencana kebakaran.(*)
