Suararakyatnusantara.com, Jakarta – Penggunaan listrik prabayar sudah menjadi pilihan banyak rumah tangga di Indonesia karena dianggap lebih mudah dalam pengelolaan. Pelanggan hanya perlu mengisi token sesuai kebutuhan dan penggunaan dapat dipantau langsung melalui layar kWh meter. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa meteran listrik prabayar memiliki sejumlah fungsi tambahan yang dapat diakses melalui tombol angka.
Fungsi tersebut dapat membantu pelanggan dalam memantau kondisi listrik rumah, mengatur batas alarm peringatan, hingga mengecek arus dan tegangan. Hal ini dapat menjadi informasi penting terutama bagi mereka yang ingin menjaga keandalan instalasi listrik dan mencegah gangguan penggunaan sehari-hari.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Jawa Barat, Nurmalitasari, menjelaskan bahwa PLN menyediakan dua jenis layanan listrik, yaitu pascabayar dan prabayar. Keduanya sama-sama menggunakan kWh meter, namun meteran prabayar dilengkapi tombol angka yang memungkinkan pengaturan tertentu.
“Kalau untuk pascabayar itu biasanya tidak ada tombol angka seperti di prabayar. Nah, kalau di prabayar ada tombol-tombol yang bisa digunakan untuk berbagai fungsi tambahan,” ujar Nurmalitasari.
Informasi ini menjadi penting karena banyak pelanggan hanya menggunakan tombol tersebut untuk memasukkan token, tanpa mengetahui fungsi lain yang dapat dimanfaatkan.
Daftar Kode pada Meteran Listrik Prabayar dan Fungsinya

Berikut beberapa kode yang dapat dimasukkan melalui tombol angka pada meteran listrik prabayar untuk mengatur penggunaan dan memeriksa kondisi listrik.
1. Kode 456 – Mengatur Batas Alarm
Kode ini digunakan untuk menentukan kapan alarm akan berbunyi saat pulsa listrik hampir habis.
Contoh:
Ingin alarm berbunyi saat sisa 10 kWh → tekan 45610
Ingin alarm berbunyi saat sisa 5 kWh → tekan 45605
2. Kode 812 – Menghentikan Alarm Sementara
Jika pelanggan terganggu bunyi alarm meteran, kode 812 dapat digunakan untuk menghentikan bunyi tersebut sementara selama beberapa menit, memberikan waktu untuk melakukan pengisian token.
3. Kode 37 – Mengecek Sisa Token Secara Akurat
Kode ini membantu memastikan angka sisa kWh yang ditampilkan di layar benar dan tidak mengalami pembacaan ulang yang berubah-ubah.
4. Kode 41 – Mengecek Tegangan Listrik
Kode 41 digunakan untuk menampilkan nilai tegangan pada jaringan rumah.
Nurmalitasari menyampaikan:
“Kalau lampu kelihatan redup tapi hasil pengecekan tegangannya bagus, berarti bukan dari PLN, bisa jadi dari lampunya sendiri,” jelasnya.
5. Kode 44 – Mengecek Arus Listrik
Kode ini membantu mengetahui seberapa besar arus yang sedang digunakan.
Jika arus terlalu tinggi, pelanggan dapat mempertimbangkan menambah daya listrik agar penggunaan tetap aman.
PLN: Pelanggan Disarankan Menyimpan Kode Penting Ini
PLN menyarankan agar pelanggan mencatat kode-kode tersebut untuk digunakan saat diperlukan, terutama ketika terjadi lonjakan penggunaan atau gangguan daya.
Penggunaan fitur ini juga dapat membantu pelanggan dalam mencegah risiko beban berlebih serta memastikan perangkat dan instalasi listrik rumah tangga tetap aman.(*)
