Suararakyatnusantara.com, Jakarta – Rayyan Arkan Dikha, bocah asal Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, yang dikenal luas sebagai ikon tarian viral “Aura Farming”, kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah global. Setelah aksinya sebagai Togak Luan (penari di haluan perahu) Pacu Jalur menarik perhatian dunia, kini Dikha secara resmi tampil dalam sebuah proyek video musik internasional bersama penyanyi ternama asal India, Zahrah S Khan.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui perilisan lagu berjudul sama, “Aura Farming”, di bawah naungan label musik raksasa T-Series, yang menandai lompatan besar budaya lokal Indonesia ke panggung Bollywood. Video musik yang diunggah pada 17 Oktober 2025 ini langsung menyedot perhatian masif, terbukti dari jumlah penontonnya yang telah melampaui 4,6 juta kali dalam waktu singkat, disertai banjirnya apresiasi positif dari warganet global.
Kiprah Dikha menunjukkan bagaimana kekayaan budaya dan tradisi lokal, seperti tradisi Pacu Jalur dari Riau, memiliki kekuatan universal untuk menembus batas geografis. Fenomena “Aura Farming” yang ia populerkan, kini bukan hanya menjadi tren media sosial, tetapi juga simbol energi positif dan kebanggaan Indonesia di mata dunia hiburan internasional.
Aksi Memukau Dikha dalam Video Musik T-Series
Dalam video musik berdurasi 2 menit 31 detik yang diproduksi secara profesional, Dikha menampilkan karakter khasnya dengan memukau. Ia terlihat mengenakan busana tradisional khas Kuansing berwarna kuning dan merah, yang secara kontras dan anggun berpadu dengan suasana India yang penuh warna.
Dikha tampil energik, menari di samping Zahrah S Khan, menjadi titik fokus dalam koreografi yang berlatar belakang suasana pasar yang ramai. Tidak hanya menari, Dikha juga menunjukkan sisi eksploratifnya dengan menikmati kuliner khas India, pani puri, serta menunjukkan beberapa gaya ikonik yang sering ia pamerkan saat menjadi Togak Luan (penari haluan) dalam kompetisi Pacu Jalur di Riau.
Lagu “Aura Farming” sendiri merupakan karya yang ditulis dan dinyanyikan oleh Zahrah S Khan, dengan aransemen musik yang digarap oleh Tanishk Bagchi. Keterlibatan Rayyan Arkan Dikha diakui secara resmi dalam kredit video sebagai salah satu penampil utama, mengukuhkan statusnya sebagai talenta muda yang diperhitungkan secara global.
Kontes dan Inspirasi Aksi ‘Aura Farming’
Rayyan Arkan Dikha pertama kali menarik perhatian publik dan media sosial melalui video pendek yang menampilkan aksinya sebagai Togak Luan di atas perahu Pacu Jalur. Togak Luan atau Anak Coki merupakan peran penting dalam tradisi Pacu Jalur, bertugas untuk memberikan semangat kepada para pendayung di perahu.
Gerakannya yang gagah, penuh percaya diri, dan memiliki karakter kuat di tengah laju perahu, secara instan membuatnya viral dan dijuluki “Aura Farming” oleh warganet. Istilah ini kemudian menjadi tren yang diikuti oleh figur publik dan masyarakat di berbagai penjuru dunia. Kisah Dikha menjadi bukti nyata bahwa bakat dan semangat dari daerah dapat bersinar terang di panggung global.
Sebelumnya, Dikha juga telah berduet dengan artis papan atas Indonesia, Melly Mike, di Festival Pacu Jalur, yang semakin memperkuat posisinya di industri hiburan. Melly Mike bahkan sempat menghadiahkan Dikha konsol Nintendo Switch sebagai apresiasi.(*)
