TikTok Batasi Penggunaan Hashtag Maksimal 5: Kreator Konten Perlu Ubah Strategi Engagement

admin
3 Min Read

Suararakyatnusantara.com, Jakarta – Aplikasi video pendek TikTok kini mulai menerapkan aturan baru bagi para penggunanya sebelum mengunggah konten. Aturan ini terkait dengan jumlah hashtag (tanda pagar) yang digunakan pada kolom keterangan (caption).

Berdasarkan temuan KompasTekno serta laporan dari sejumlah pengguna, muncul notifikasi (pop-up notification) yang memberi tahu bahwa TikTok kini hanya memperbolehkan maksimal lima hashtag dalam satu unggahan. Jika pengguna sudah menambahkan lima hashtag, maka tombol Hashtag di bawah kolom caption otomatis tidak bisa lagi digunakan.

Notifikasi tersebut juga menekankan agar pengguna memilih hashtag yang relevan untuk meningkatkan jumlah tayangan. “Maksimal lima tagar. Gunakan hashtag yang akurat untuk menambah jumlah views,” demikian bunyi pesan dari TikTok.

Alasan di Balik Pembatasan Hashtag

TikTok Batasi Penggunaan Hashtag Maksimal 5

Langkah TikTok ini dinilai masuk akal mengingat algoritma media sosial modern lebih mengandalkan data engagement dan preferensi pengguna, ketimbang pencarian manual melalui hashtag.

Dilaporkan oleh Social Media Today (20/8/2025), tren global menunjukkan bahwa hashtag semakin kehilangan relevansinya dalam distribusi konten. Kini, sistem rekomendasi berbasis algoritma lebih dominan dalam menentukan konten yang ditampilkan kepada pengguna.

Jangan lewatkan  Inter Milan Sudah Kantongi Lebih dari 33 Juta Euro dari Partisipasi di FIFA Club World Cup 2025

Hal ini mengindikasikan bahwa tanda pagar sudah tidak lagi memberi kontribusi besar terhadap pencarian maupun penemuan konten. TikTok pun mulai menyesuaikan diri dengan tren tersebut.

Bukan Hanya TikTok, Platform Lain Juga Lakukan Hal Serupa

TikTok bukan satu-satunya platform yang mengubah cara kerja hashtag. Beberapa media sosial lain juga telah melakukan langkah serupa:

  1. X (dulu Twitter) mulai meniadakan hashtag pada konten berbayar atau iklan.
  2. LinkedIn tidak lagi memprioritaskan hashtag dalam fitur Discovery.
  3. Threads membatasi hanya satu hashtag per unggahan.
  4. Instagram bahkan lebih dulu menguji pembatasan penggunaan hashtag maksimal lima untuk setiap konten.

CEO Instagram, Adam Mosseri, menegaskan bahwa penggunaan hashtag tidak lagi berdampak besar terhadap engagement. Menurutnya, faktor utama yang memengaruhi interaksi tetap pada kualitas dan relevansi konten, bukan jumlah hashtag yang disematkan.

Dampak bagi Kreator Konten

Dengan adanya perubahan aturan ini, kreator konten perlu menyesuaikan strategi mereka. Mengandalkan banyak hashtag untuk memperluas jangkauan sudah tidak lagi efektif. Sebaliknya, fokus pada konten berkualitas, konsistensi unggahan, dan interaksi langsung dengan audiens akan lebih berpengaruh terhadap peningkatan engagement.

Beberapa pengguna Reddit juga berpendapat bahwa langkah TikTok ini bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pengguna, mengurangi spam, serta memperkuat relevansi konten yang ditampilkan di beranda.

Hingga kini, TikTok belum memberikan pernyataan resmi di luar notifikasi aplikasi terkait pembatasan penggunaan hashtag ini.

Perubahan kebijakan TikTok mengenai penggunaan hashtag menandai perubahan besar dalam cara kerja media sosial. Hashtag yang dulunya menjadi salah satu elemen penting dalam distribusi konten, kini tidak lagi memegang peran utama.

Kreator diharapkan mampu beradaptasi dengan tren baru ini dengan mengutamakan kualitas konten, memanfaatkan algoritma, serta menjaga interaksi dengan pengikutnya.(*)

Jangan lewatkan  Harga EA Sports FC 26 di Steam, PS5, Xbox, hingga Switch
Bagikan artikel ini
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *