Izin Diragukan, Aktifitas Pemotongan Besi Bekas Tongkang di Pesisir Pantai HLP Teluk Dalam Terus Beraktivitas

Belitung, suararakyatnusantara.com – Aktifitas kegiatan pemotongan besi bekas Kapal Tongkang yang telah berlangsung dari tahun 2020 akan memasuki tahap akhir, besi bekas yang berasal dari hasil penyelaman di wilayah perairan Pulau Belitung tersebut dipotong dalam air dengan mengunakan alat las dan diangkat ke Kapal Tongkang pengangkut dengan nama TSL 3 yang telah dimodifikasi dan menggunakan alat pengangkat jenis Crane warna kuning diatas Tongkang. Rabu (22/05/2024).

Di Lokasi kegiatan pemotongan besi bekas Kapal Tongkang tersebut yang terletak di daerah Pesisir Pantai, Dusun Teluk Dalam, RT.12, Desa Juru Sebrang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, masuk dalam wilayah Hutan Lindung Pantai (HLP).

Terdapat sekitar kurang lebih 5 sampai 7 orang yang bertugas memotong besi bekas Tongkang dan diatas Kapal Tongkang terlihat 3 orang salah satunya bertugas sebagai Operator Crane.

Salah satu pekerja bagian pemotongan besi bekas Kapal Tongkang dengan mengunakan alat potong las membenarkan.

“Bahwasanya pekerjaan telah dilakukan selama kurang lebih 4 tahun dan untuk bosnya berinisial ABN,” jelas YN kepada awak media.

Dan juga salah satu pekerja berbaju merah inisial ADR saat dikonfirmasi awak media di lokasi kerja juga menjelaskan.

“Ada kurang lebih 6 bulan saya ikut dalam kegiatan pemotongan besi bekas Kapal Tongkang ini, sempat terhenti pekerjaan pemotongan besi bekas tongkang dikarenakan hari raya idul Fitri, untuk Kapal tongkang yang ada Cranenya tersebut dirakit di Belitung, setahu saya Kapal Tongkang tersebut dibeli dengan orang Desa Juru Sebrang,” secara lugas ADR menambahkan.

Lebih lanjut ADR menambahkan ini pekerjaan terakhir serta tongkang terakhir yang dipotong setelah ini tidak ada lagi.

“Kemungkinan ini pekerjaan pemotongan besi bekas Kapal Tongkang yang terakhir,” pungkasnya.

Sementara pemilik Aktifitas kegiatan pemotongan besi bekas Kapal Tongkang ABN saat dikonfirmasi di warung kopi yang ada di Kota Tanjungpandan membeberkan.

“Benar bahwa saya pemilik besi bekas Kapal Tongkang tenggelam tersebut dan telah melaporkan ke pihak yang berwenang sehingga pekerjaan bisa berjalan, sebelumnya ada inisial nama AKR yang bertugas kordinasi dan pelaksana lapangan untuk pekerjaan pemotongan besi bekas Kapal Tongkang milik PT. TLI,” ujar ABN.

Diperkirakan sisa sekitar 40an ton besi bekas Kapal Tongkang yang akan diangkut memakai jasa Mobil Expedisi.

“Dengan estimasi ongkos angkut perkilonya Rp.500, dengan tujuan akhir kota Jakarta dan Tangerang menggunakan jasa Kapal Laut,” pungkas ABN.

Disaat yang sama Humas KPHL Belantu Mendanau Dinas Kehutanan Provinsi Babel, Agustiar, yang juga hadir di lokasi aktifitas pemotongan besi bekas Kapal Tongkang di kawasan HLP Pesisir Pantai Teluk Dalam memberikan teguran dan somasi untuk menghentikan aktivitas kegiatan tersebut terkait izin aktivitas di lokasi tersebut.

“Akan tetapi teguran dari kami selaku Petugas KPHL Belantu Mendanau tersebut di bantah oleh ABN bahwa mereka masih punya hak dan izin lengkap untuk beraktivitas ditempat tersebut,” ujar Yoyon sapaan Humas KPHL Belantu Mendanau ini.

Dalam hal Aktifitas kegiatan pemotongan besi bekas Kapal Tongkang ini, Awak media meminta agar pihak berwenang menelisik kelengkapan dokumen karena aktivitas pemotongan Kapal wajib mengurus izin persetujuan lingkungan dan apakah Kapal Tongkang yang tenggelam tersebut telah dibayarkan Polis Asuransinya.

(Irfan).

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *