Terlibatnya Oknum Pejabat Desa, Kuat Dugaan Praktek Mafia Tanah Sedang Terjadi di Kecamatan Membalong

Belitung, suararakyatnusantara.com – lagi gencarnya pihak Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (Kejati Babel) menelisik serta menahan beberapa nama dengan dugaan kuat melakukan kegiatan mencaplok tanah Negara bebas dengan modus memakai nama masyarakat untuk pembuatan Surat Keterangan Tanah (SKT) ditingkat Desa.

Selanjutnya pihak Kecamatan membuatkan Dokumen Akta Pelepasan Hak (APH) kepada pihak pembeli biasanya oknum-oknum pengusaha nakal yang diwakilkan oleh broker perusahaan, yang ingin menguasai lahan secara brutal untuk dimanfaatkan sumber daya alam seperti pasir bangunan, pasir kuasa dan tanah liat yang sangat melimpah kandungannya yang ada di Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung.

Temuan-temuan lapangan bisa juga dengan alasan untuk berkebun sebagai langkah awal untuk Melegalkan langkah para pelaku mafia tanah, menguasai bidang bidang tanah yang tentu dengan luasan yang tidak sedikit.

Di Kecamatan Membalong dalam kurun Tahun 2023-2024 telah terjadi beberapa kasus dugaan mafia tanah dengan dugaan melibatkan perusahaan-perusahaan besar dengan dalih untuk berusaha dan investasi seperti Perkebunan, Pertanian, Perikanan serta Pertambangan, beberapa nama Perseroan Terbatas (PT) dan pejabat publik baik ditingkat Desa, Kecamatan yang telah mencuat kepermukaan butuh penyidikan mendalam dari pihak penegak hukum seperti Kepolisan dan Kejaksaan, membuka terang tentang siapa saja orang orang yang diduga sebagai pelaku mafia tanah di Kecamatan Membalong.

Riki Guswandri, S.H. Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kabupaten Belitung secara tegas menyampaikan

“Akan menindak lanjuti informasi yang didapatkan tentang adanya dugaan praktik liar penguasaan tanah negara bebas di Kecamatan Membalong khususnya,” ujar Riki.

Sementara Narasumber tertutup yang tidak mau disebutkan namanya atau kita sebut MR Y menerangkan. Selasa (09/04/2024).

“Bahwa memang benar bang telah terjadi penjualan tanah Negara Bebas yang dilakukan oleh salah satu Oknum Kepala Desa beserta perangkatnya di Kecamatan Membalong,” ucap MR Y merupakan sumber yang meminta namanya di rahasiakan.

Awak media suararakyatnusantara.com telah mendapatkan beberapa nama Narasumber yang masih memilih bungkam serta lokasi yang diduga sebagai lahan tanah negara bebas, awak media akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk membuka terang tentang siapa yang ikut bermain dalam penguasaan lahan secara ilegal.

(K4RN4).

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *