Festival telah Usai, Gerbang yang Seakan Akan di Patenkan Oleh Penguasa Tetap Berdiri

Belitung, suararakyatnusantara.com – Masyarakat Belitung di bulan Ramadhan ini disuguhkan dengan festival yang menurut penggagas adalah Event Internasional dengan berharap orang yang berkunjung ke Belitung diperkirakan sekitar belasan ribu, namun sampai saat ini jumlah orang yang datang itu sampai belasan ribu dan omset sekitar 100 Milyar seperti yang disampaikan oleh PJ Bupati Belitung tidak terukur.

Melalui Forum Peduli Melayu Belitong Bersatu (FPMBB) sudah pernah dibahas tentang masalah ini dan secara tegas menyuarakan keprihatinan mereka terkait pembangunan gerbang yang berdiri kokoh di Jalan Sriwijaya, Tanjung Belitung. Gerbang tersebut awalnya dibangun sebagai bagian dari acara Belitung Chinese International Festival (BCIF) yang telah berakhir pada tanggal 4 April 2024, namun sampai berita ini naik online (tanggal 06 Maret 2024), gerbang tersebut masih berdiri kokoh.

Salah satu respons dari anggota FPMBB terhadap keprihatinan ini, A. Rani Rasyid yang akrab disapa Ayah Agok, Jumat (05/04/2024) memberikan batas waktu.

“Kepada pihak terkait untuk segera mengambil tindakan dalam pembongkaran gerbang yang kontroversial ini,” tegasnya.

Respon lain diungkap juga oleh sekretaris Forum Peduli Melayu Belitong Bersatu, Suryadin yang mencemaskan bahwa gerbang yang sekarang berdiri kokoh ini dianggap mengganggu pengguna jalan karena lalu lintas yang padat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Seharusnya segera dibongkar setelah acara berakhir untuk mengembalikan keadaan jalan ke kondisi semula,” ungkapnya.

Ayah Agok kembali menegaskan, bahwa mereka (Forum Peduli Melayu Belitong Bersatu – Red) akan terus memantau perkembangan situasi ini dan siap untuk mengambil langkah lebih lanjut jika tuntutan mereka tidak dipenuhi hingga Sabtu, (06/04/2024) pukul 10.30 WIB.

“Mereka telah menyatakan niat untuk membongkar gerbang tersebut jika pemenuhan tuntutan tidak tercapai,” ungkapnya lagi.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua FPMBB, Samsurizal di salah satu warung kopi pusat Kota Tanjungpandan yang berharap agar pada (06/04/2023) gerbang tersebut harus segera dibongkar, kalau perlu kita ramai-ramai mempertanyakan janji PJ pada saat Audiensi di rumah dinas seperti yang sudah diberitakan di media online, bahwa Festival Belitung China Internasional berakhir pada (04/04/2024) kemarin.

“Jangan sampai gerbang tersebut di patenkan menjadi marka jalan di pusat kota Tanjungpandan ini,” tegasnya.

Diakhir statemennya Samsurizal yang biasa dipanggi Cacu ini, menghindari aksi demo seperti permintaan kawan-kawan muslim lainya, namun dirinya menolak untuk melakukan demo, apalagi urusan ini tidak harus dibesar-besarkan.

“Urusan ini tidak harus demo lah, karena kasihan juga kawan-kawan tadi pada saat menghubungi saya per telpon untuk melakukan demo, tetapi saya larang, mengingat kita umat muslim harus menghargai bulan suci Ramadhan ini,” pungkasnya di salah satu warung kopi pusat kota Tanjungpandan.

(NS)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *