Tabir Gelap Menutupi, Siapa Penyedia Makanan dan Perlengkapan Kegiatan MTQH Belitung

Belitung, suararakyatnusantara.com – Masih membuka takbir kegiatan MTQH Tingkat Kabupaten Belitung yang dilaksanakan di Kecamatan Badau. Mengenai poin ke-7 yang menjelaskan belanja makanan dan minuman kegiatan.

Dari sembilan poin uraian kegiatan MTQH Kecamatan Badau masih menjadi teka-teki penyebabnya sampai berita ini diturunkan, pihak Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Belitung masih enggan membeberkan tentang harga satuan nasi kotak serta snack untuk 302 orang peserta yang ikut dalam kegiatan MTQH tersebut.

Pihak LPTQ hanya memberikan secarik kertas yang bertuliskan angka global sebesar Rp.155.000.000, lebih unik lagi kepanitian juga enggan memberi tahu siapa pihak ketiga sebagai penyuplai makanan dan minuman selama kegiatan MTQH berlangsung yang dimulai hari Jum’at (01/03/2024) sampai dengan hari Rabu (06/03/2024) ….?

Ratna Purnamasari mengatakan, makanan berupa nasi kotak dan snack diantarkan langsung ketempat kegiatan MTQH yang berlokasi dihalaman Pemerintah Desa Badau menggunakan mobil pickup oleh usaha catering rumahan.

“Sehari 3 kali diantarkan pagi, siang sedangkan yang sore harinya untuk makan malam seluruh peserta,” ujarnya.

Ratna menambahkan, saya tidak mengetahui secara persis dimana lokasi pengambilan makanan, sebenarnya bagian konsumsi itu Ibu Yusniwati.

“Jumlah rekan-rekan dalam kepanitian seingat saya paling banyak diisi oleh warga Desa Badau, yang berasal dari Tanjungpandan paling sekitar 5 sampai 10 orang,” ungkap Ratna Purnamasari.

Untuk memastikan harga satuan makanan awak media mencoba konfirmasi ke Dinas BPKAD Kabupaten Belitung.

Salah seorang Staf BPKAD Kabupaten Belitung Inisial DI menyatakan, bahwa untuk setiap kegiatan bervariasi harga makan minum.

“Fokus kegiatan seperti MTQH harga satuan nasi kotak dikisaran Rp.30.000 sedangkan untuk snack masuk katagori kudapan harganya lebih kurang Rp.10.000,” terang Di, Senin (25/03/2024).

Bagian konsumsi Yusniawati mengutarakan, tugas kami hanya pembagian makanan ke Kafilah-kafilah.

“Tempat dimana mesan nasi kotak dan snack, coba bapak tanyakan langsung dengan LPTQ Belitung,” tegasnya.

Sementara Sekretaris LPTQ Kabupaten Belitung, Dedi Parza menyampaikan beberapa hal, salah satunya merasa keberatan terkait judul 2 berita yang telah tayang di media online suararakyatnusantara.com dan telah dibuatkan klarifikasinya.

“Terkait yang 20 orang, saya tidak bisa memberi nama personnya tapi untuk job kegiatannya ini bang sambil menyodorkan selembar kertas putih berisi data job kegiatan, petugas untuk registrasi peserta 2 orang, petugas kesekretariatan 2 orang, antar jemput perlengkapan 2 orang, antar jemput dewan hakim 2 orang dan seterusnya,” beber Sekretaris LPTQ Belitung.

Anehnya nama-nama petugas tersebut tidak bisa di publish keruang publik ini menjadi tanda tanya besar ada apa serta siapa petugas lapangan yang dimaksud…?

Lanjut dedi menjelaskan bahwa kepengurusan LPTQ Belitung terdiri dari 3 orang dengan Ketua Drs Fari, Sekretaris Dedi Parza dan bendahara Pauzan, S.IP. Untuk masa jabatan pertiga tahun dan ini tahun terakhir.

“Terkait 30 panitia dari Badau ada penambahan 10 orang dengan komposisi 5 orang dari Polsek Badau, 3 orang Petugas Kesehatan dari Puskesmas Badau, Kepala Kantor Urusan Agama Badau 1 orang dan 1 orang lagi istrinya pak Jasri, coba tanyakan langsung sama pak Jasri, lengkap ya dari Badau itu 40 orang jumlahnya,” terangnya.

Media suararakyatnusantara.com meminta kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Kejaksaan, serta Kepolisian Republik Indonesia dalam hal ini diwakili Polres Belitung untuk memeriksa lebih dalam tentang siapa sebenarnya aktor intelektual dalam pelaksanaan MTQH karena menyangkut acara Keagamaan.

Dedi Sekretaris LPTQ Belitung, bermanuver untuk nama-nama penyedia-penyedia kegiatan mohon maaf tidak bisa memberitahu karena berkaitan dengan SPJ.

“Kami lah betaree dengan pak Sekda bang, Kate pak Sekda kalau sudah mengarah dengan SPJ jangan disampaikan karena kita ada Lembaga sendiri yang mengawasi seperti Inspektorat, bahkan kami langsung diawasi oleh Badan Pengawas Keuangan (BPK),” ujarnya.

(K4rn4)

admin

" MEDIA ONLINE YG SLALU MENYAJIKAN INFO TRENDING TERKINI, AKURAT, BERIMBANG DAN TERPERCAYA" ‼️

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *