Ada Apa Ini..? Kabag Kesra Belitung Terkesan Menghindar Janji Temu Dengan Wartawan

Belitung, suararakyatnusantara.com – Besarnya nilai rupiah dana hibah untuk kegiatan Keagamaan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung kepada Lembaga Pembinaan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dengan peruntukan kegiatan MTQH tingkat Kabupaten yang dilaksanakan di Kecamatan Badau pada 1 Maret 2024 sampai 6 Maret 2024 masih patut dipertanyakan.

Kegiatan yang melibatkan kurang lebih 302 orang terdiri dari 189 peserta pria/wanita untuk mengikuti 7 cabang yang dilombakan, 19 orang dewan hakim, 9 orang panitera, 25 orang official dan 60 orang petugas lapangan, bisa dipastikan akan mempergunakan anggaran yang tidak sedikit.

Kabag Kesra Setda Pemkab Belitung, Dedi Parza mengingkari janji temu yang telah disepakati sebelumnya dengan awak media saat disambangi di ruangannya.

Melalui pesan singkat WhatsApp Sehari sebelumnya (21/03/2024), Dedi Kabag kesra telah sepakat ketemuan di kantornya pada (22/03/2024) pukul 09.30 pagi.

Akan tetapi aneh bin ajaib beberapa orang lelaki diduga Staf Kesra Pemkab Belitung yang sedang duduk sambil bercengkrama, saat awak media ini bertanya tentang keberadaan Dedi Parza. Serentak Staf Kesra tersebut menjawab barusan keluar kantor karena ada keperluan dinas.

Apakah kegiatan tersebut menggunakan dana pribadi, sehingga Kabag Kesra enggan bertemu dan menyampaikan tentang rincian anggaran dana hibah yang telah digelontorkan oleh Pemkab Belitung.

Sementara Ketua LPTQ Belitung Drs. Fari saat awak media bertemu di Kantor Kearsipan dan Perpustakaan pun terkesan selalu menghindar saat ditanya tentang anggaran kegiatan MTQH.

“Pendanaan murni dari Pemerintah Daerah melalui mekanisme Dana Hibah, untuk penganggaran dana kegiatan MTQH sepenuhnya saya serahkan ke Pauzan, S.IP Bendahara LPTQ,” ungkap Fari.

Setelah mendengar penjelasan dari Ketua LPTQ Kabupaten Belitung, awak media pun menemui orang yang dimaksud sebagai Bendahara.

Ditemuinya Pauzan disalah satu sudut ruangan Setda Belitung menyampaikan, biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan MTQH kurang lebih sekitar 900 Juta. Terbagi dalam beberapa item, untuk konsumsi kurang lebih Seratus Jutaan. Pengadaan diserahkan ke pihak Ketiga CV.TM dan CV.BJ.

“Paling besar menyerap anggaran adalah untuk penghargaan termasuk pembinaan kurang lebih Tiga Ratus Jutaan, sisanya baru untuk honor kegiatan dan lain lain,” ucap Pauzan.

“Kepanitian berjumlah kurang lebih 60 orang dengan komposisi masyarakat sekitar, perwakilan Puskesmas, Polsek Badau, sisanya sekitar Dua Puluhan orang dari Tanjungpandan,” beber Pauzan.

Bendahara LPTQ Kabupaten Belitung sempat risih saat awak media menanyakan tentang tempat inap sementara rombongan Kafilah beserta Official.

“Apakah harus sedetail ini ya pak,” tanya Pauzan….?

Wartawan media online suararakyatnusantara.com menjelaskan, kalau memang perlu dipaparkan silahkan, kalaupun tidak perlu dipaparkan juga tidak apa-apa jawab awak media menjawab pertanyaan dari Narasumber.

Lanjut Pauzan mengatakan kembali, untuk Fasilitas Pemerintah seperti halaman dan gedung tidak dikenakan sewa, berbeda rumah warga yang digunakan untuk menginap selama kegiatan MTQH tingkat Kabupaten berlangsung.

“Kita bayar kurang lebih 400 ribu rupiah permalamnya,” pungkas Pauzan

(K4rn4).

admin

" MEDIA ONLINE YG SLALU MENYAJIKAN INFO TRENDING TERKINI, AKURAT, BERIMBANG DAN TERPERCAYA" ‼️

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *