Penanaman Mangrove di Desa Sungai Samak, Gunakan Uang Negara Milyaran Rupiah, Sudah Banyak Yang Mati

Belitung, Suararakyatnusantara. Com- Penanaman hutan mangrove seluas 68 Hektare di Desa Sungai Samak, Kabupaten Belitung, provinsi kepulauan Bangka Belitung (BABEL) diduga ada kejanggalan.

Sangat disayangkan kegiatan yang menelan uang negara sebesar 1.352.180.000 Milyar itu, dari pantauan awak media Selasa (04/01/2022) kemarin, sudah banyak yang mati.

Terlihat dari setiap petak di pagari dengan kayu yang ditanami sebanyak dua puluh lima batang mangrove. Ada Daun dan batangnya mengering, menguning, sebagian layu, dan tidak adanya pertumbuhan pucuk baru.

Diduga setelah melakukan penanaman tidak adanya pihak maupun kelompok Nelayan Perikanan Bersatu, Desa Sungai Samak untuk melakukan pemantauan hasil penanaman mangrove. Untuk mengetahui apakah tumbuhan itu masih hidup, kondisi baik, buruk atau sudah mati.

Padahal Kegiatan penanaman mangrove, mulai dari penyemaian sampai dengan pemantauan merupakan salah satu upaya untuk menjaga ekosistem mangrove.

Sebelumnya ramai diberitakan, kegiatan yang menelan uang negara sebesar 1.352.180.000 Milyar itu, diduga ada pemotongan kas diawal kucuran dana entah untuk apa.

Tak tanggung- tanggung uang sebesar Rp 300 Juta dipotong diawal kegiatan.

ketua kelompok kegiatan Jupri mengatakan, pemotongan tersebut atas arahan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) dan BPDAS Provinsi Bangka Belitung ( BABEL).

“Pemotongan itu memang arahan BGRM dan BPDAS. Kami kurang tau untuk masalah itu, kami tidak pernah menanyakannya untuk apa,” ujarnya, Senin (27/12/21) kemarin.

Tak main- main anggaran sebesar 1.352.180.000 itu terbagi di dua rekening berbeda. 1 milyar kerekening kelompok sedangkan 300 juta masuk ke rekening lain.

“Anggaran seluruhnya 1,3 M yang 300 juta masuk ke rekening mereka (BRGM),” terangnya.

Tak hanya itu, Indikasi lainnya, ada sekitar 340.000 batang bibit yang harus disediakan itu hanya menyediakan dan membeli 300.000 bibit semai. Namun sisa sekitar 40.000 dari kouta bibit semai itu, didapat dan dialihkan dengan bibit propagul atau bibit mangrove cabut dengan harga relatif lebih murah dari yang dianggarkan, sekitar Rp. 1.000 rupiah sedangkan bila mengacu keanggaran biaya 2.800 untuk satu bibit dan menggunakan bibit semai bukan cabutan.

Saat ditanya, apakah boleh program tersebut menggunakan bibit cabut (propagul).

Jupri katakan hal itu sah saja karena setelah dilakukan survey para anggota kelompok tidak memiliki gaji karena sistem gajinya dirapel tiga bulan sehingga jalan solusinya seperti itu.

“Sebenarnya dibolehkan juga bibit cabut itu, karena setelah dilapangan mereka itukan (anggota) tidak begaji karena sampai tiga bulan gaji dirapel janjinya sebulan sekali,” terangnya.

Jupri menjelaskan, untuk harga bibit cabut atau propagul ia beli dengan harga Rp. 1000.

“Kita beli sama masyarakat sih seribu,” terangnya.

Sehingga bila dirincikan harga bibit semai Rp.2.800 lebih mahal dari bibit cabut yang hanya Rp.1.000 bila dikualifikasikan atau dihitung masih tersisa 1.800 untuk harga bibit cabut.

Namun saat disinggung seperti adanya indikasi fee untuk pihak lain. Jupri katakan, sisa dari pembelian 1.800 itu kemana ia mengatakan, itulah adanya potongan untuk mereka (BRGM).

“Itulah pemotongan dana kelompok jadi itu mungkin jatah BPDAS atau BGRM kitakan gak tau kemana tujuannya,” terangnya.

“Jadi mereka mengambil Rp.1.800 itu, untuk lebih jelasnya mungkin orang-orang BRGM lah yang tau. Karena kami hanya kerja, diberi sekian kami kerjakan gitulah,” terangnya.

Diketahui, Seluas 68 hektar hutan Mangrove terbagi ditiga dusun di desa Sungai Samak, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung yaitu dusun Tanjung Tikar Tiris, Bayan dan Sungai Samak yang dikelolah oleh kelompok Nelayan Perikanan Bersatu, Desa Sungai Samak merupakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (Tim).

Avatar

Author: suararakyatnusantara.com

PT BAHTERA LAGA NUSANTARA ( SK MENKUMHAM RI NOMOR : AHU-0031126.AH.01.01.TAHUN 2021 TANGGAL 05 MEI 2021)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.