Kisah Kek Hamzah Si Penjual Terompet

Belitung, Suararakyatnusantara. Com- Usia Tua tidak menyurutkan semangatnya untuk mencari Rupiah.

Seharusnya diusia yang sudah tua, ia menikmati hari- hari tuanya yang indah berkumpul bersama istri, anak dan cucu.

Tapi tidak dengan Kek Hamzah Umar (63) Tahun, warga Pal Satu, Jalan Baru, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Setiap sore dengan sepeda motornya ia membawa terompet dan balon untuk dijual di halaman Gedung Nasional dan pulangnya pada malam hari pukul 10.00 wib.

Harga terompet maupun balon ada yang Rp 25 ribu, Rp 20 ribu, 15 ribu dan 10 ribu.

Sedangkan di pagi harinya ia menjual makanan anak- anak yaitu Sosis di salah satu Sekolah Dasar (SD) yang ada dikampungnya sendiri.

Kek Hamzah Sekarang ini tinggal bersama istrinya Nek Sarinah (60) Tahun. Ia memiliki dua orang anak dan dua orang cucu

Saat ditemui media ini ia pada Kamis (30/12/2021 ) malam, ia menceritakan kisah senang, susahnya menjual terompet hanya untuk menyambung hidup.

” Aku jual terompet dan balon dari tahun 98 sampai sekarang. Sekarang ini hasilnya kadang- kadang 70 ribu dan 50 ribu,” ujar Kek Hamzah menjawab pertanyaan media ini dengan kepala tertunduk.

Dari hasil jualannya itu dibuatnya modal membeli perlengkapan membuat terompet dan balon untuk dijualnya kembali.

” hasil jualan ku buat modal kembali, sisanya hanya buat beli makan,” kata Kek Hamzah.

Sekarang ini ia hanya berharap pandemi cepat berakhir biar perekonomian pulih kembali.

” Semoga virus Covid-19 cepat berakhir, dan dimalam pergantian tahun semoga banyak yang membeli terompet dan balon saya,” harap Kek Hamzah. (Hn)

Avatar

Author: suararakyatnusantara.com

PT BAHTERA LAGA NUSANTARA ( SK MENKUMHAM RI NOMOR : AHU-0031126.AH.01.01.TAHUN 2021 TANGGAL 05 MEI 2021)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.