Asal Muasal Nama Desa Terong

Belitung, Suararakyatnusantara. Com- Sebelum jadi Desa Terong dulu namanya Desa Suak yang artinya lautan betelok (Lautan yang lebih menjorok ke arah daratan).

Karena pada waktu itu banyak penyamun/penjahat laut yang disebut Lanun. Karena Lanun itu datangnya tidak disangka-sangka dan datangnya terus-terusan.

Mereka mengambil makanan dan harta orang-orang desa dan menghabisi nyawa orang-orang untuk mengambil harta dan bahan makanannya.

Kala itu di desa ini ada nenek-nenek yang dikenal sakti namanya NEK TULONG. Nek Tulong sering menyimpan Petunang atau peluru untuk menyerang/menghantam para Penyamun/Lanun.

Ketika Lanun datang untuk merampok saat itu juga warga setempat langsung berteriak minta tolong dengan menyebut nama “Nek Tulong”.

Terus Nek Tulong memegang peluru yang disimpan didalam Karong Keminang (kantong berbentuk kecil yang disandang di bahu pemakainya berbahan anyaman Daun Laisuntuk menyimpan berbagai macam alat keperluan dalam perjalanan sehari-hari).

Kemudian peluru tersebut dengan kesaktian Nek Tulong langsung terbang mengenai para Penyamun/Lanun.

Kemudian peluru tersebut akan kembali lagi dengan sendirinya ketangan Nek Tulong, jika penyamun itu sudah tewas/mati maka tandanya adalah  petunang/peluru tadi dalam keadaan penuh berlumur darah.

Ketika Nek Tulong wafat lalu Beliau dimakamkan di Dusun Suak atau sekarang bernama Dusun I Terong. Di sekitar tempat kuburan Nek Tulong terdapat aik (air) yang bernama Aik Tebat Terong yang terletak dekat perbatasan Desa Aik Seruk bagian sebelah Timur Desa Terong.

Banyak orang mengira nama Terong ini berasal dari adanya terong gede/besar di desa tersebut, padahal tidak ada. Yang menjadikan nama Terong tersebut bermula dari zaman penjajahan Belanda.

Ada seseorang bertanya kepada orang Belanda,”Tuan kampong apa ini ?”, kemudian ia menjawab,“Kampong terang”.

Karena memang terang dan tidak ada apa apa. Tidak ada pohon-pohon besar di tengah kampung dan itulah asal muasal nama Desa Terong.

Kesimpulannya adalah nama Desa Terong itu tercipta karena pergeseran antara nama Kampong Terang dengan legenda nenek sakti yang bernama Nek Tulongtadi. Wallahua’lam bissawaf …

Demikian Kik Akil mengakhirinya ceritanya sambil tersenyum dan tangannya segera meraih secangkir kopi panas yang telah disuguhkan untuk Beliau nikmati … (***)

Narasumber: Akil Bujang, Lahir : Selat Nasik 10 Oktober 1940

Penulis : Mahasiswi KKN STP AMPTA Yogyakarta

Editor   : Iswandi (Ketua PIC Desa Wisata Kreatif Terong)

Avatar

Author: suararakyatnusantara.com

PT BAHTERA LAGA NUSANTARA ( SK MENKUMHAM RI NOMOR : AHU-0031126.AH.01.01.TAHUN 2021 TANGGAL 05 MEI 2021)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.