Disinggung Pelayanan RSUD Marsidi Judono Lambat, dr. Hendra Langsung Berikan Klarifikasi

Belitung, Suararakyatnusantara. Com- Direktur RSUD Marsidi Judono, dr. Hendra klarifikasi terkait keluhan dari Anggota DPRD Belitung Junaidi Derani, Selasa (30/11/2021).

Diketahui, keluhan dari Politisi Partai Hanura tersebut menyinggung terkait pelayanan RSUD yang menurutnya lambat untuk menyediakan mobil ambulans atau mobil jenazah.

Pasalnya Ia (Junaidi Derani- red) merasa dilecehkan saat menghubungi dr. Hendra, membutuhkan mobil ambulan atau jenazah ketika salah satu warganya meninggal dunia di halaman rumah RSUD Marsidi Judono

Mendengar hal tersebut dr Hendra langsung angkat bicara memberikan klarifikasi terkait keluhan dari partai Hanura tersebut.

Terimakasih untuk semua masukan bapak Anggota Dewan yang terhormat dan mohon maaf atas ketidaknyamanan pelayanan yang diberikan oleh RSUD dr.H.Marsidi Judono Kabupaten Belitung.

Pada prinsipnya kata dr Hendra, RSUD dr H Marsidi Judono Kabupaten Belitung dalam melakukan pelayanan kesehatan telah berdasarkan tata laksana perundang-undangan yang berlaku.

Di mana dalam mewujudkan peningkatan mutu pelayanan pasien kejadian kegawatdaruratan dan ketentuan Pasal 5 Ayat 3 dan Pasal 26 Permenkes No. 19 Tahun 2016 tentang sistem penanggulangan gawat darurat terpadu, Pemerintah Kabupaten Belitung telah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) No. 27 Tahun 2018 tentang Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) Kabupaten Belitung.

Sistem penanggulangan kegawatdaruratan terpadu tersebut yakni sistem komunikasi gawat darurat, sistem penanganan korban gawat darurat dan sistem transportasi gawat darurat.

“Ketiga sistem tersebut harus saling terintegrasi satu sama lain dalam penyelengaraan sistem kegawatdaruratan terpadu. Maka dari itu dibentuklah PSC (Public Safety Center),” ujar dr Hendra dalam klarifikasinya kepada wartawan, Selasa (30/11/2021).

PSC berkedudukan di Dinas Kesehatan sebagai wadah koordinasi untuk mewujudkan pelayanan kegawatdaruratan yang tepat dan cepat untuk masyarakat dan diselenggarakan selama 24 jam selama terus menerus.

Selain itu, PSC juga bersama-sama dengan instansi lain di luar bidang kesehatan yang menunjang tugas dan fungsi SPGDT. PSC merupakan bagian pertama (leading sector) dari rangkaian SPGDT Pra Fasilitas Pelayanan Kesehatan (RS, klinik, puskesmas) yang berfungsi menjalankan fungsi kegawatdaruratan dengan menggunakan algoritme kegawatdaruratan yang ada dalam sistem aplikasi call center (119). 

“Ada 4 fungsi PSC, pertama memberi pelayanan korban/pasien kegawatdaruratan dan atau pelapor melalui proses triase. Kedua pemandu pertolongan pertama (first aid), ketiga mengevakuasi korban/pasien gawat darurat dan mengkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Kemudian masih kata dr Hendra, dalam menjalankan fungsinya PSC memliki 5 tugas. Pertama menerima terusan panggilan kegawatdaruratan dari pusat komando nasional.

Kemudian melaksanakan pelayanan kegawatdaruratan dengan menggunakan algoritme kegawatdaruratan. Tugas ketiga dan keempat yakni memberikan layanan ambulan dan memberikan informasi fasilitas pelayanan kesehatan.

“Tugas terakhir yakni memberikan informasi tentang ketersedian tempat tidur di rumah sakit,” terangnya

Selanjutnya, dalam pelaksanaan tata kelola rumah sakit, Bupati Belitung telah mengeluarkan Perbup No. 55 Tahun 2017 tentang kedudukan, susunan organisasi serta tata kerja UPT RSUD Marsidi Judono pada Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung.

“Dalam hal pelayanan ambulans rumah sakit kami telah menetapkan SPO No. 445/5760/ARK-RSUD/2019 Tentang Pengelolaan Ambulans yang terdiri dari 3 poin,” kata dr. Hendra.

Poin pertama lanjutnya, ambulans emergency dikelola langsung oleh tim emergency di IGD, kedua ambulans non emergency dikelola oleh bagian umum RSUD dr.H.Marsidi Judono. Dan terakhir, ambulans jenazah dikelola oleh Bagian Umum Setda Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung.

“Kondisi saat ini seluruh pelayanan ambulans jenazah dari rumah warga ke rumah sakit ataupun sebaliknya, serta dari rumah warga ke tempat pemakaman dikelola oleh unit ambulan jenazah bagian umum Setda Kabupaten Belitung. Hal itu sesuai dengan Perbup No. 11 Tahun 2012 tentang Standar Pelayanan Minimal RSU Kabupaten Belitung bahwa prosedur pemulasaran dan pemulangan jenazah dengan perlakuan khusus maksimal waktu tanggap (respon time) sampai dengan maksimal 2 jam sampai serah terima kepada pihak keluarga,” tandasnya.

Kedepannya dr Hendra mengatakan untuk memperbaiki pelayanan kegawatdaruratan dan pelayanan pengantaran jenazah akan pihaknya akan melakukan koordinasi lebih baik lagi.

Lalu perlu komitmen serta kerjasama kepada pihak-pihak terkait supaya tidak akan menimbulkan kejadian yang tak diinginkan lagi. (Tim)

Avatar

Author: suararakyatnusantara.com

PT BAHTERA LAGA NUSANTARA ( SK MENKUMHAM RI NOMOR : AHU-0031126.AH.01.01.TAHUN 2021 TANGGAL 05 MEI 2021)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.