Belum Terungkap Siapa Pemilik MMEA Ilegal, Ketua Umum LSM INTEL Sorot Kinerja Bea dan Cukai Tanjungpandan

Belitung, Suararakyatnusantara. Com- Belum terungkapnya siapa pemilik ribuan botol Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) ilegal tanpa dilekati pita cukai dari luar negeri dengan tujuan Jakarta oleh Pihak Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Informasi Team Lingkungan (INTEL) Ivan Haidari sorot kinerja Bea dan Cukai Tanjungpandan.

Menurutnya, ia menduga adanya permainan pihak Bea dan Cukai Tanjungpandan dalam penindakkan barang haram tersebut.

” Sangat jelas sekali ini semua adanya permainan Bea dan Cukai Tanjungpandan, karena mengapa saya menyampaikan seperti ini. Setiap pergerakan terduga MMEA illegal dalam pengawasan mereka, mustahil menurut saya ribuan botol minuman Haram tersebut berjalan sendiri ke pulau Belitung ini,” ujar Ivan kepada Suararakyatnusantara. Com. Rabu (01/12/2021).

Lanjutnya lagi , pada jum,at 12 November lalu adanya klarifikasi terhadap tangkapan MMEA ilegal yang berada di halaman Bea dan Cukai Tanjungpandan, seharusnya pihak Bea dan Cukai ada keterbukaan kepada publik.

” Menurut saya mereka sudah mengetahui dan mengantongi identitas siap pemilik barang haram tersebut. Mereka (Bea dan Cukai Tanjungpandan- red) pasti punya informan, otomatis mempunyai data yang valid. Kalau gak valid gak mungkin banyak melibatkan team dalam penindakan MMEA Ilegal ini,” tanyanya.

Menurutnya lagi, kalau memang tidak ada terduga atau tersangka, apa yang mereka kerjakan dalam pengungkapan barang haram tersebut.

” Apa yang mereka kerjakan dalam pengungkapan MMEA Ilegal ini. Masa pada waktu penindakkan tersebut Senin (08/11/2021) lalu sampai sekarang belum tahu siap pemiliknya. Apa mereka takut untuk mempublikasikan kepada publik. Mereka dibayar loh oleh Negara, pendapatan negara dibayar oleh masyarakat dengan wajib pajak. Ya kita- kita ini lah yang bayar mereka, jadi kita patut bertanya apa fungsi dan kerja mereka sampai sekarang belum adanya terduga atau tersangka dalam pengungkapan kasus ini,” tegasnya.

Sampai berita ini diterbitkan belum ada pihak Bea dan Cukai Tanjungpandan menjelaskan adanya tersangka atau terduga kepemilikan ribuan botol MMEA Ilegal tersebut.

Diberitakan sebelumnya, pengamanan Ribuan dus Minuman Beralkohol (Minol) berbagai jenis merek dari luar negeri oleh Bea dan Cukai Tanjungpandan bersama Tim Kanwil DJBC Sumatera bagian timur beberapa hari yang lalu, Senin (08/11/2021), kerugian negara mencapai belasan milyaran rupiah.

Pada konferensi pers yang dilakukan oleh Bea Cukai Tanjungpandan, dengan mengundang berbagai awak media dan LSM untuk klarifikasi pemberitaan penindakkan Minuman mengandung etil alkohol (MMEA) ilegal Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. Jumat (12/11/2021).

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjungpandan, Jerry Kurniawan menyampaikan, penindakkan tersebut berawal bahwa adanya informasi ada kapal kayu yang membawa MMEA Ilegal dari luar negeri dengan tujuan Jakarta yang sudah memasuki wilayah perairan Belitung.

Dalam Penindakkan tersebut, petugas berhasil mengamankan 1021 Koli (10.515 botol) MMEA Ilegal ( Tanpa Dilekati Pita Cukai) dengan perkiraan total kerugian negara sekitar Rp. 16.874.325.000,00.

” Barang ini bukan ditujukan untuk konsumsi Pulau Belitung, tujuan akhir barang adalah Jakarta. Pulau Belitung hanya dijadikan tempat transit dalam rangka untuk mengelabui para petugas dan menggunakan modus kapal roro dengan alat angkut perusahaan ekspedisi,” jelas Jerry.

Ia menjelaskan, kegiatan penindakan barang illegal tersebut melanggar UU no 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan UU no 17 Tahun 2006 dan UU no 11 Tahun 1995 tentang cukai sebagaimana telah diubah dengan UU no 39 Tahun 2007.

Sampai saat ini Bea dan Cukai Tanjungpandan masih melakukan penelitian terhadap pihak-pihak yang diduga terkait dengan permasalahan tersebut.

” Bea dan Cukai Tanjungpandan akan terus melakukan kegiatan secara proaktif melakukan pengawasan terkait pemasukan barang- barang Illegal di Pulau Belitung dan kami berharap masyarakat mendukung dan melaporkan apabila menemui sesuatu hal yang mencurigakan,” paparnya. (Tim)

Avatar

Author: suararakyatnusantara.com

PT BAHTERA LAGA NUSANTARA ( SK MENKUMHAM RI NOMOR : AHU-0031126.AH.01.01.TAHUN 2021 TANGGAL 05 MEI 2021)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.