Terkait MMEA ilegal, KPPBC TMP C Tanjungpandan Balas Surat DPW LSM LIDIK, Ini Isi Suratnya!

Belitung, Suararakyatnusantara. Com- Surat yang dilayangkan Kepala Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LIDIK Provinsi Bangka Belitung (Babel) Rabu (17/11/2021) lalu. Terkait pengamanan ribuan botol Minol Ilegal tanpa dilekati pita cukai dari luar negeri akhirnya dibalas oleh pihak Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Didalam isi surat tersebut yang bertuliskan
Sehubungan dengan surat saudara nomor : 009/DPW/LSM-LIDIK/BABEL/2021 tanggal 17 November 2021 perihal MMEA ilegal, disampaikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Kami mengucapkan Terima kasih atas perhatian saudara, apresiasi serta dukungan masyarakat Pulau Belitung atas penindakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terhadap Barang Kena Cukai berupa minuman mengandung etil alkohol ( MMEA) ilegal tersebut.
  2. Bahwa Barang Kena Cukai tersebut dilakukan penindakan karena terindikasi masuk secara ilegal dan tidak dilekati pita cukai sehingga melanggar Undang-Undang Nomor 11 tahun 1995 tentang cukai sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 39 tahun 2007. Hal tersebut juga merupakan salah satu tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai community protector untuk melindungi masyarakat dari masuk dan beredarnya barang ilegal.
  3. Bahwa sampai saat ini kegiatan penyelidikan atas penindakan Barang Kena Cukai jenis MMEA golongan B dan C yang tidak dilekati pita cukai masih terus berproses.
  4. Terkait barang hasil penindakan telah dilakukan pencacahan pada tanggal 10-11 November 2021 dan sebagaimana yang telah kami sampaikan saat klarifikasi pemberitaan (ekspose) pada tanggal 12 November 2021 jumlahnya adalah 1.021 (Seribu dia puluh satu) koli atau setara 10.515 (sepuluh ribu lima ratus lima belas botol. Adapun jumlah dan jenis barang kena cukai jenis MMEA golongan B dan C yang tidak dilekati pita cukai senagaimana kami lampirkan dalam surat ini.
  5. Bahwa kondisi barang hasil penindakkan tersebut saat ini disimpan didalam tempat penimbunan pabean (TPP) dihalaman KPPBC TMP C Tanjungpnadan dalam kondisi dikunci, disegel dan dijaga petugas serta diawasi CCTV 24 jam.
  6. Bahwa dalam rangka pengawasan barang- barang ilegal di wilayah Pulau Belitung. KPPBC TMP C Tanjungpnadan senantiasa melakukan sinergi/kerjasama dengan intansi terkait seperti: a. Pengawasan pengiriman narkotika , psikotropika dan prekursor dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Satuan Narkoba polres Belitung dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Belitung. b. Patroli Laut Bersama dengan Satuan Polairud Polres Belitung, Satuan Polairud Polres Belitung Timur dan KSOP Tanjungpandan.
  7. Bahwa dalam rangka pemulihan ekonomi nasional KPPBC TMP C Tanjungpandan senantiasa melakukan sinergi dalam meningkatkan pelayanan kegiatan ekspor impor stakeholder di pelabuhan seperti Pelindo, KSOP Tanjungpandan dan pihak terkait lainnya.

Ketua DPW LSM LIDIK Provinsi Babel Samsurizal mengucapkan terima kasih kepada pihak Bea Cukai Tanjungpandan yang telah merespon dengan baik terkait surat tersebut.

” Kami menyambut baik atas surat yang kami layangkan beberapa waktu lalu terkait MMEA ilegal. Walaupun masih ada hal- hal yang belum terjawab oleh pihak Bea Cukai Tanjungpandan,” ujarnya kepada suararakyatnusantara. Com. Selasa (30/11/2021).

Oleh sebab itu ia meminta kepada pihak Bea Cukai Tanjungpandan untuk secara tegas dan terbuka kepada masyarakat untuk mempublikasikan siapa sebenarnya pemilik barang haram tersebut.

” Saya berharap, pihak Bea Cukai Tanjungpandan menangkap siapa pemilik minuman tersebut, jangan ada yang ditutup- tutupi,” harapnya.

Berikut 21 Jenis Barang Hasil Penindakan Barang Kena Cukai MMEA Golongan B Dan C yaitu :

  1. Absolut Vodka, kadar 40%, jumlah botol 516
  2. Bailey’s The Original, kadar 17%, jumlah botol 359
  3. Ballantines 22 Aged Years, kadar 40%, jumlah botol 24
  4. Chivas Regal Aged 12 Years, kadar 40%, jumlah botol 2088
  5. Chivas Regal Aged 12 Years, kadar 40%, jumlah botol 576
  6. Glenronach Original Aged 12 Years, kadar 43%, jumlah botol 12
  7. Jagermeister SE, kadar 35%, jumlah botol 900
  8. Jameson Black Barrel, Kadar 40%, jumlah botol 360
  9. Jameson Stout Edition, kadar 40%, jumlah botol 336
  10. Jameson Triple Distilled, kadar 40%, jumlah botol 2331
  11. Jim Beam Kentucky Straight Bourbon, kadar 40%, jumlah botol 179
  12. Jose Cuervo Especial, kadar 40%, jumlah botol 420
  13. Martell XO, kadar 40%, jumlah botol 180
  14. Martell Cordon Blue, kadar 40%, jumlah botol 120
  15. Martell VSOP, kadar 40%, jumlah botol 600
  16. Royal Salute, kadar 40%, jumlah botol 240
  17. Stalinskaya Original, kadar 40%, jumlah botol 143
  18. The Glenlivet 12 Years Of Age, kadar 40%, jumlah botol 816
  19. The Glenlivet 18 Years Of Age, kadar 40%, jumlah botol 198
  20. The Glenlivet 21 Years Of Age, kadar 43%, jumlah botol 81
  21. The Macallan Aera, kadar 40%, jumlah botol 36

Diberitakan sebelumnya oleh media ini didalam surat tersebut ada 5 ( lima) poin yang menjadi pertanyaan DPW LSM LIDIK Provinsi Bangka Belitung (Babel) yaitu:

1.Nama perusahaan ekspedisi

  1. Nama kapal pengangkut kontainer, truk yang membawa dan siapa.-siapa saja yang terlibat dalam pengangkutan kontainer dari kapal hingga sampai kehalaman KKPBC TMP C Tanjungpandan sehingga pihak LSM merasa kesulitan untuk mencari narasumber yang terlibat
  2. Masih kurangnya memberikan kesempatan kepada media untuk melakukan pertanyaan, sehingga banyak hal yang belum dapat disampaikan oleh media mengenai masalah tersebut.
  3. Tidak menjelaskan sejauh mana pihak KKPBC TMP C Tanjungpandan untuk bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam hal penanganan kejahatan barang- barang ilegal.
  4. Tidak menjelaskan sinerginitas antara pihak KKPBC, KSOP, PT. Pelindo dan KKP. ( hen)
Avatar

Author: suararakyatnusantara.com

PT BAHTERA LAGA NUSANTARA ( SK MENKUMHAM RI NOMOR : AHU-0031126.AH.01.01.TAHUN 2021 TANGGAL 05 MEI 2021)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.