Aneh! Sampai Saat Ini Bea Cukai Tanjungpandan Belum Mengetahui Siapa Pemilik MMEA Ilegal

Belitung, Suararakyatnusantara. Com– Sudah satu pekan lebih pihak Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Tanjungpandan, Kabupaten Belitung belum mengetahui siapa pemilik Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) ilegal tanpa dilekati pita cukai dari luar negeri dengan tujuan Jakarta.

“Proses penyelidikan masih berjalan, ini kasus menurut saya juga bukan kasus yang mudah dan saya tidak bisa memberikan keterangan- keterangan yang prematur. Jadi nanti salah- salah kita bahaya juga, ini masalah hukum soalnya. Jadi yang paling penting kita terus berjalan karena semua itu harus bergerak harus dengan alat bukti,” kata
Kepala Kantor Bea Cukai Tanjungpandan, Jerry Kurniawan. Kamis (18/11/2021).

Saat disinggung terkait siap pemilik barang haram tersebut, Jerry Kurniawan belum terlalu banyak memberikan informasi yang diharapkan
awak media.

“Masih dalam rangka penyelidikan karena untuk menemukan pihak- pihak yang terkait, benang – benang merah yang mana harus kita tindaklanjuti, bertahap,” jelasnya.

Lanjutnya lagi, Ia menjelaskan akan menyampaikan, mempublikasikan kepada masyarakat siapa pemilik barang haram tersebut dan siapa pihak- pihak yang terkait didalam permasalahan tersebut.

“Kami terus berupaya untuk bisa membuka cerita perjalanan miras ilegal ini sejelas mungkin. Dengan segala kemampuan yang kami punya, dengan berkoordinasi juga. Jadi harapannya, mudah- mudahan nanti kalau memang ada perkembangan jelas, kami akan coba sampaikan lagi,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, pengamanan Ribuan dus Minuman Beralkohol (Minol) berbagai jenis merek dari luar negeri oleh Bea dan Cukai Tanjungpandan bersama Tim Kanwil DJBC Sumatera bagian timur beberapa hari yang lalu, Senin (08/11/2021), kerugian negara mencapai belasan milyaran rupiah.

Pada konferensi pers yang dilakukan oleh Bea Cukai Tanjungpandan, dengan mengundang berbagai awak media dan LSM untuk klarifikasi pemberitaan penindakkan Minuman mengandung etil alkohol (MMEA) ilegal Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. Jumat (12/11/2021).

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjungpandan, Jerry Kurniawan menyampaikan, penindakkan tersebut berawal bahwa adanya informasi ada kapal kayu yang membawa MMEA Ilegal dari luar negeri dengan tujuan Jakarta yang sudah memasuki wilayah perairan Belitung.

Dalam Penindakkan tersebut, petugas berhasil mengamankan 1021 Koli (10.515 botol) MMEA Ilegal ( Tanpa Dilekati Pita Cukai) dengan perkiraan total kerugian negara sekitar Rp. 16.874.325.000,00.

” Barang ini bukan ditujukan untuk konsumsi Pulau Belitung, tujuan akhir barang adalah Jakarta. Pulau Belitung hanya dijadikan tempat transit dalam rangka untuk mengelabui para petugas dan menggunakan modus kapal roro dengan alat angkut perusahaan ekspedisi,” jelas Jerry.

Ia menjelaskan, kegiatan penindakan barang illegal tersebut melanggar UU no 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan UU no 17 Tahun 2006 dan UU no 11 Tahun 1995 tentang cukai sebagaimana telah diubah dengan UU no 39 Tahun 2007.

Sampai saat ini Bea dan Cukai Tanjungpandan masih melakukan penelitian terhadap pihak-pihak yang diduga terkait dengan permasalahan tersebut.

” Bea dan Cukai Tanjungpandan akan terus melakukan kegiatan secara proaktif melakukan pengawasan terkait pemasukan barang- barang Illegal di Pulau Belitung dan kami berharap masyarakat mendukung dan melaporkan apabila menemui sesuatu hal yang mencurigakan,” paparnya. (Hn)

Avatar

Author: suararakyatnusantara.com

PT BAHTERA LAGA NUSANTARA ( SK MENKUMHAM RI NOMOR : AHU-0031126.AH.01.01.TAHUN 2021 TANGGAL 05 MEI 2021)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.