Sesuai Janjinya, DPW LSM LIDIK Layangkan Surat Ke KPPBC TMP C Tanjungpandan Terkait Minol Ilegal

Belitung, Suararakyatnusantara. Com- Sehubungan dengan telah ditemukannya 1021 Koli ((10.515 botol) Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) ilegal tanpa dilekati pita cukai dari luar negeri dengan tujuan Jakarta oleh Pihak Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Tanjungpandan, Kabupaten Belitung pada (08/12/2021) lalu.

Kepala Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LIDIK Provinsi Bangka Belitung (Babel) Samsurizal
meminta kepada pihak KKPBC TMP C Tanjungpandan bertindak secara tegas dan transparan dalam melakukan penindakkan masalah kejahatan yang merugikan negara Republik Indonesia.

Menurutnya, dari kejadian tersebut pihak KKPBC TMP C Tanjungpandan memang sudah mengklarifikasi pemberitaan terhadap isue yang berkembang di media.

“Namun, kami merasa ada hal- hal yang masih ditutup- tutupi dan menimbulkan pertanyaan besar dimana pada saat itu pihak KKPBC tidak menjelaskan siapa pihak- pihak yang terkait di dalam permasalahan tersebut,” tulisnya didalam isi surat tesebut. Rabu (17/11/2021).

Ia menjelaskan, seperti yang diamanatkan UU No. 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. Untuk barang bukti 1021 koli atau 10.515 botol Minol tersebut.

” Kami minta untuk menjelaskan jenis/merk Minol apa saja dan jumlah isi dalam perbotol sehingga masyarakat tahu sampai proses pemusnahan barang tersebut, sehingga tidak berubah baik cairan di dalam botol, maupun bentuk dan jumlah barangnya,” tulisnya lagi.

“Bila pihak KPPBC TMP C Tanjungpandan tidak serius dalam menangani kasus ini, kami DPW LSM LIDIK akan berupaya untuk mengungkap kasus ini sehingga tidak menimbulkan pertanyaan di masyarakat dalam upaya penegakan hukum,” tegasnya.

Berikut poin- poin yang menjadi pertanyaan DPW LSM LIDIK Provinsi Bangka Belitung (Babel)

1.Nama perusahaan ekspedisi

  1. Nama kapal pengangkut kontainer, truk yang membawa dan siapa.-siapa saja yang terlibat dalam pengangkutan kontainer dari kapal hingga sampai kehalaman KKPBC TMP C Tanjungpandan sehingga pihak LSM merasa kesulitan untuk mencari narasumber yang terlibat
  2. Masih kurangnya memberikan kesempatan kepada media untuk melakukan pertanyaan, sehingga banyak hal yang belum dapat disampaikan oleh media mengenai masalah tersebut.
  3. Tidak menjelaskan sejauh mana pihak KKPBC TMP C Tanjungpandan untuk bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam hal penanganan kejahatan barang- barang ilegal.
  4. Tidak menjelaskan sinerginitas antara pihak KKPBC, KSOP, PT. Pelindo dan KKP.

Sampai berita ini diterbitkan Suararakyatnusantara. Com masih menunggu klarifikasi pihak KPPBC TMP C Tanjungpandan. (red)

Avatar

Author: suararakyatnusantara.com

PT BAHTERA LAGA NUSANTARA ( SK MENKUMHAM RI NOMOR : AHU-0031126.AH.01.01.TAHUN 2021 TANGGAL 05 MEI 2021)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.